Tuesday, 30 December 2008

Apanya yang salah? Dimana letak sulitnya..
Jika seorang pedagang menyatakan kasihnya pada seorang pujangga.
Menahun sudah ia menunggu.

Jangan berhitung..cinta berharga dan siapapun tak ada yang mampu membeli.
Tanyakan saja hatinya, dia akan menjawab segala yang indah dengan berpuisi.

Jangan ragu untuk tau apa yang ada di dalam hasratnya..

Seandainya kamu tau bahwa, kereta kencana untuknya adalah keinginanmu untuk benar-benar mencintainya, apa adanya..
Dan istana baginya adalah satu pelukan hangat.

Seandainya kamu tahu, bahwa segalanya adalah sesederhana itu..

Tanyakan..
Nyatakan..

Hentikan waktu mu sejenak.. Jangan berdagang.
Sesungguhnya dia menunggu untuk mengajakmu menari di antara hujan…

Dan bercengkerama di suatu senja …
Berdua…

Till the moment has come..

Belakangan hidup jadi jarang menghadirkan kejutan.
Seperti saya yang tak pernah terkejut pada sebuah fenomena bahwa esok hari pasti matahari akan terbit dari timur dan tenggelam di barat sore harinya.

Padahal saya menyukainya. Apapun bentuknya.

Tapi belakangan semua seperti sudah terjadi sebelumnya, seperti semua orang tau bahwa satu tambah satu pasti dan selalu sama dengan dua.

Karna kamu selalu memberi sebelum aku meminta.
Menjadikan semua berwujud sebelum aku sempat melamunkannya.
Selalu menyediakan jawaban bahkan sebelum aku bertanya.
Tak lagi perlu bermimpi, karena semua sudah menjadi nyata.
Tak ada yang perlu dikawatirkan dan berbicara tentang resiko karena kamu sudah siap dengan segala antisipasi.

Kamu datang dalam diam , dengan pelan tanpa gejolak apalagi degup jantung yang menggetarkan.
Sederhana, mengurai satu persatu , semua yang selalu kompliketet di kepalaku.

Kamu bukan hadiah.
Kamu bagian dari segala rencana yang selama ini ada.
Semuanya hanya hadir dan terjadi seperti pernah dipikirkan sebelumnya.

Belakangan hidupku jadi jarang mengejutkan.
Tapi saya menyukai kejutan, apapun bentuknya, dan aku menunggu.
Mungkin tak kuharap degup jantung yang meletup..
Kutunggu saja satu momen dimana aku berada di dekatmu, dan ku merasa cukup.