
Barangkali setiap anggota tubuh ini punya bahasa sendiri. Setelah tak bertemu sekian lama. Mungkin mereka punya cara sendiri untuk menyampaikan rasa. Karena kadang mulut tak bisa berkata-kata walau hanya untuk mengucapkan ungkapan pertemuan sederhana.
Lalu, tangan-tanganlah yang mulai beradu. Entah mengapa mereka punya kelebihan yang tak dimiliki mulut untuk menyampaikan sesuatu dengan mudah. Tak hanya bertukar kabar, mereka juga jujur bicara tentang rindu dan tentang sayang.
Tangan-tangan yang bertemu, saling menggenggam, untuk menyimpan banyak harapan dan mimpi yang kali ini, tak kan lagi dilepaskan. Mereka menikmati detik-detik mereka betemu , seolah-olah mereka bercinta sendiri tanpa kita sadari dalam satu ritual yang sakral. Tangan-tangan yang merindu, mengejar waktu yang hanya beberapa saat saja.
Dan esok jika jarak merentangkan mereka, aku percaya pada hatiku. Karna esok adalah gilirannya untuk berkata tentang cinta.
Lalu, tangan-tanganlah yang mulai beradu. Entah mengapa mereka punya kelebihan yang tak dimiliki mulut untuk menyampaikan sesuatu dengan mudah. Tak hanya bertukar kabar, mereka juga jujur bicara tentang rindu dan tentang sayang.
Tangan-tangan yang bertemu, saling menggenggam, untuk menyimpan banyak harapan dan mimpi yang kali ini, tak kan lagi dilepaskan. Mereka menikmati detik-detik mereka betemu , seolah-olah mereka bercinta sendiri tanpa kita sadari dalam satu ritual yang sakral. Tangan-tangan yang merindu, mengejar waktu yang hanya beberapa saat saja.
Dan esok jika jarak merentangkan mereka, aku percaya pada hatiku. Karna esok adalah gilirannya untuk berkata tentang cinta.
No comments:
Post a Comment