a simple want
Apa yang dibutuhkan orang yang tersesat di tengah padang gurun? Untuk melepaskan dahaga apa masih sempat terpikir meminta Tuhan mengirim segelas jus guava atau es kelapa muda?
Tapi ini akan sama anehnya jika, kita berada di foodcourt dengan menu beverage paling komplit se Jakarta, tapi yang kita pesan hanya segelas air putih. Walau untuk beberapa orang itupun dianggap hal yang biasa.
Keinginan kadang muncul dengan bentuk yang tak terduga. Bagi seseorang itu sebuah keinginan wajar, tapi kadang dianggap seperti permintaan abnormal yang cukup membuat orang lain pusing untuk mewujudkannya.
Dan itulah aku bagimu. I wish u knew , that all I want is just a simple saying, three magic words that all people know ( but how u could be so that blind, and looks like u need to be trained as if u never heard kind of such that things?).
Dan kamu bagiku terlalu bodoh untuk dapat mengerti (sedikit saja) bahwa aku - yang perempuan – hanya butuh satu kejutan sederhana yang membuatku menjadi sedikit lebih istimewa. Bukan dengan pemberian yang mahal. (Sumprit, nyewa topeng monyet itu nggak lebih dari duapuluh ribu, itu sudah termasuk adegan sarimin pergi ke pasar dan adegan sarimin ciuman sama ular).
Dan pagi ini seorang teman menceritakan, pada suatu malam dia mengendarai mobil, tepat dibelakang bak truk yang bertuliskan HANYA SOAL WAKTU.
Sepanjang perjalanan teman saya bingung dengan apa maksutnya, teman saya juga terheran-heran apa yang dipikirkan pak sopir ketika menuliskan sepotong kalimat itu dan ketika mengecat hurufnya satu persatu? Adakah ia sendiri juga mengerti maknanya?
“ Keren ya sopirnya?”, kata teman saya.
Setiap cerita adalah pelajaran buat saya, dan cerita teman saya tadi itu pun menjadi pelajaran sekaligus jawaban.
Ini semua hanya soal waktu. Mungkin the simplicity of my want akan terlihat dengan jelas pada saatnya nanti, ketika pada suatu hari tuntutan dunia yang hiruk pikuk membelenggunya. Dan saya dengan celana pendek dan kaos kutung seadanya, menawarkan beberapa menit saja untuk bercanda duduk di bawah pohon mangga atau tiduran dibawah langit malam menunggui bintang jatuh…
Waktu yang mungkin membuatnya tak hanya mengerti tapi juga merasa, bahwa yang dinamakan bahagia pun hanya akan sesederhana itu..
No comments:
Post a Comment